Membangun Jiwa Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif pada Mahasiswa BEM Teknik 2025
DOI:
https://doi.org/10.57203/abdiwangi.v2i2.2025.80-89Kata Kunci:
kepemimpinan adaptif, kolaboratif, organisasi mahasiswa, experiential learning, pelatihan kepemimpinan, pendidikan karakterAbstrak
Permasalahan kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa sering kali muncul dalam bentuk rendahnya kemampuan adaptasi terhadap perubahan, lemahnya komunikasi antar divisi, serta kurangnya keterampilan kolaborasi dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja. Situasi ini dapat menghambat efektivitas organisasi dalam mencapai tujuannya serta mengurangi potensi pembelajaran kepemimpinan mahasiswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun dan mengembangkan jiwa kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif pada mahasiswa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Bakti Indonesia Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 di Wisata Vinus Songgon, Banyuwangi, menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), yang menggabungkan materi konseptual dengan simulasi praktik melalui kegiatan indoor dan outdoor. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan teori kepemimpinan adaptif dan kolaboratif, diskusi studi kasus, simulasi pemecahan masalah dalam tim, outbound leadership challenge, serta sesi refleksi individu dan kelompok. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test, disertai observasi langsung dan pengumpulan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta. Rata-rata skor post-test meningkat sebesar 24,4% dibandingkan skor pre-test, khususnya dalam aspek pemahaman kepemimpinan adaptif, kemampuan kolaboratif, dan kesiapan menghadapi dinamika organisasi. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan sikap, seperti peningkatan kemampuan mendengarkan, kesiapan mengambil peran dalam situasi krisis, dan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya kerja sama lintas divisi. Dokumentasi visual dan kutipan reflektif memperkuat bukti bahwa kegiatan ini memberikan dampak transformasional pada peserta. Dapat disimpulkan bahwa pelatihan kepemimpinan berbasis pengalaman efektif dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa yang kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan tantangan abad ke-21. Disarankan agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan, disertai dengan pendampingan pasca-pelatihan dan perluasan sasaran ke organisasi mahasiswa lainnya agar dampaknya semakin luas dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
[1] D. A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall, 1984.
[2] T. L. Seow, G. Pan, and G. Koh, “Enhancing Student Engagement and Learning through Experiential Learning,” Journal of Education and Learning, vol. 8, no. 1, pp. 1–10, 2019. [Online]. Available: https://doi.org/10.5539/jel.v8n1p1
[3] S. Qamariah, P. Lumbanraja, Y. Absah, and S. Silalahi, “Adaptive Leadership Behavior on Employee Performance Mediated by Organizational Culture,” International Journal of Scientific & Technology Research, vol. 14, no. 1, pp. 58–63, 2025.
[4] A. Baskoro, “Menyikapi Dinamika Era BANI dalam Kepemimpinan Organisasi,” Jurnal Kepemimpinan dan Inovasi Pendidikan, vol. 10, no. 2, pp. 123–134, 2023.
[5] University of Iowa, “Experiential Learning Model,” 2022. [Online]. Available: https://careers.uiowa.edu/students/experiential-learning
[6] Yildiz, “Outdoor Learning Activities in Nature and Their Contribution to Student Development,” International Journal of Educational Methodology, vol. 7, no. 4, pp. 673–685, 2021. [Online]. Available: https://doi.org/10.12973/ijem.7.4.673
[7] K. James and R. Williams, “Experiential Learning Through Outdoor Programs Improves Leadership Skills of University Students,” Journal of Adventure Education and Outdoor Learning, vol. 17, no. 3, pp. 238–250, 2017. [Online]. Available: https://doi.org/10.1080/14729679.2016.1259115
[8] S. Froehly, M. Riley, and J. Sibthorp, “Assessing Learning Outcomes in Outdoor Leadership Education,” Journal of Experiential Education, vol. 46, no. 1, pp. 42–58, 2023. [Online]. Available: https://doi.org/10.1177/10538259221151047
[9] R. Heifetz and M. Linsky, Leadership on the Line: Staying Alive through the Dangers of Leading. Boston, MA: Harvard Business School Press, 2002.
[10] G. Yukl, Leadership in Organizations, 8th ed. Boston: Pearson, 2013.
[11] P. G. Northouse, Leadership: Theory and Practice, 8th ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2019.
[12] J. Moon, A Handbook of Reflective and Experiential Learning: Theory and Practice. London: RoutledgeFalmer, 2004.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 agus wijaksono, Andi Wapa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) dilisensikan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (CC-BY).
Anda bebas untuk:
Membagikan ”menyalin dan mendistribusikan materi dalam media atau format apa pun"
Mengadaptasi ”mengubah, memodifikasi, dan mengembangkan materi untuk tujuan apa pun, termasuk komersial"
Dengan syarat sebagai berikut:
Pengakuan ”Anda harus memberikan atribusi yang sesuai, menyertakan tautan ke lisensi, dan menyebutkan jika perubahan telah dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menyiratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda"
Tanpa batasan tambahan ”Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknis yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan oleh lisensi ini"https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/deed.en





