Bimbingan Teknis Evaluasi Pembangunan Septitank Wilayah X

Penulis

  • Sitti Safiatus Riskijah Politeknik Negeri Malang image/svg+xml
  • Agustin Dita Lestari
  • Moch Khamim
  • M. Zenurianto
  • Suselo Utoyo

DOI:

https://doi.org/10.57203/abdiwangi.v4i1.2026.%25p

Kata Kunci:

Septitank, evaluasi, bentuk, dimensi, jarak

Abstrak

Pembangunan septitank di wilayah X dilakukan melalui tenaga kerja borongan. Diperkirakan jarak septitank tidak sesuai persyaratan dari aspek jarak terhadap sumur air bersih, serta bentuk dan dimensi konstruksinya. Untuk itu diperlukan bimbingan teknis dalam mengevaluasi pembangunan septitank sesuai SNI 2398:2017 dan menentukan solusinya bila terjadi ketidak sesuaian. Hasil evaluasi menunjukkan 49% sanitasi eksisting dalam kondisi baik dan 51% perlu dibuatkan septitank yang benar; terdapat 14 septictank baru dibangun dari beton bertulang dengan campuran 1PC:2Ps:3Krk dan diplester setebal 10 cm, panjang dan lebar rata-rata 1,2 m dengan tinggi 2 m. Kondisi septictank baru, 84% telah memenuhi syarat; 2 unit septictank telah memenuhi jarak minimal (10 m) dengan sumur air bersih, 12 unit sudah memenuhi kapasitas dan 2 unit belum memenuhi namun dapat diatasi dengan mempercepat periode pengurasan menjadi 3 tahunan; syarat perbandingan ukuran panjang dan lebar belum terpenuhi namun kedalamannya sudah melampaui syarat minimal sehingga secara kapasitas 86% sudah memenuhi. Diusulkan pembangunan septitank berikutnya sebaiknya dibuat dengan panjang 1,6 m, lebar 0,80 m dan kedalaman 1,78 m dengan konstruksi dan jarak sesuai persyaratan

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] Amin, S., & Fahmi, E. (2021). Tantangan penanganan permukiman kumuh dari sudut pandang institusional: Studi kasuskolektif di Kel. Bintaro dan Kel. Banjar Kota Mataram. Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, 5(2), 485. https://doi.org/10.24912/jmstkik.v5i2.12133.

[2] Hasanawi, A., Masturi, H., & Hasanawi, A. (2019). Improvement of community governance to support slum upgrading in indonesia. Jurnal Perencanaan Pembangunan: The Indonesian Journal of Development Planning, 3(3), 347–358. https://doi.org/10.36574/jpp.v3i3.88.

[3] Wijayanti, D.P., Sutikno, F. R., & Surjono. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penanganan Sanitasi Pada Permukiman Kumuh Di Sempadan Sungai Kelurahan Kotalama, Kota Malang. JCES (Journal of Character Education Society). http://journal.ummat.ac.id/index.php/JCES.

[4] Ishartono, & Raharjo, S. T. (2016). The Sustainable Development Goals (SDG). Social Work Jurnal, 6, 154–272. https://doi.org/10.1201/9781003080220-8.

[5] Kristina, D. (2013). Upaya badan perencanaan pembangunan daerah kota malang dalam penataan permukiman di daerah sempadan sungai. 15(2), 1–23. https://mill.onesearch.id/Author/Home?author=Kristina%2C+Dewi%3B+Fakultas+Hukum+Universitas+Brawijaya.

[6] Lusiana, N., Widiatmono, B. R., & Luthfiyana, H. (2020). Beban Pencemaran BOD dan Karakteristik Oksigen Terlarut di Sungai Brantas Kota Malang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(2), 354–366. https://doi.org/10.14710/jil.18.2.354-366.

[7] SNI 2398:2017. Tata cara perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan (sumur resapan, bidang resapan, up flow filter, kolam sanita). Diakses dari https://akses-sni.bsn.go.id/dokumen/2017/SNI%202398-2017/

[8] Andrianto, Mario. 2025. Cara Membuat Septic Tank Resapan yang Benar. Diakses dari https://strong-indonesia.com/septic-tank/ septic-tank-resapan/.

Diterbitkan

26-10-2026

Cara Mengutip

[1]
S. S. Riskijah, A. D. Lestari, M. Khamim, M. Zenurianto, dan S. Utoyo, “Bimbingan Teknis Evaluasi Pembangunan Septitank Wilayah X”, J. Pengabdian Pemberdayaan Banyuwangi, vol. 4, no. 1, hlm. 44–57, Okt 2026, doi: 10.57203/abdiwangi.v4i1.2026.%p.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama