Penerapan Tehnologi Tepat Guna pada Agrowisata Sangkareang di Desa Tetebatu Selatan, Lombok Timur

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.46-54

Kata Kunci:

Teknologi tepat guna, agrowisata, pemberdayaan masyarakat, pertanian berkelanjutan, Tetebatu Selatan

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna (TTG) dalam mendukung pengembangan Agrowisata Sangkareang di Desa Tetebatu Selatan, Kabupaten Lombok Timur. Agrowisata Sangkareang memiliki potensi besar dalam bidang pertanian hortikultura dan ekowisata, namun masih banyak tantangan dan  kendala pada aspek pengelolaan dan efisiensi produksi. Melalui penerapan teknologi tepat guna berupa alat pengolahan pupuk organik, sistem irigasi tetes, serta penggunaan Green House, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu, serta kualitas produk pertanian yang menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan di Desa Tetebatu Selatan.

Metode pelaksanaan meliputi pendekatan partisipatif, pelatihan, demonstrasi alat, serta pendampingan teknis kepada kelompok tani dan pengelola agrowisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan tehnologi tepat guna berupa Green House mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan Festisida Kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, serta memperkuat daya saing Agrowisata Sangkareang sebagai destinasi wisata edukatif dan ramah lingkungan di wilayah kabupaten Lombok Timur.

Dengan demikian, penerapan teknologi tepat guna Green House tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal di Desa Tetebatu Selatan, Lombok Timur.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Biografi Penulis

  • Dr. Murianto, Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

    pendekatan partisipatif, pelatihan, demonstrasi alat, serta pendampingan teknis kepada kelompok tani dan pengelola agrowisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan tehnologi tepat guna berupa Green House mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan Festisida Kimia yang sangat berbahaya bagi kesehatan, serta memperkuat daya saing Agrowisata Sangkareang sebagai destinasi wisata edukatif dan ramah lingkungan di wilayah kabupaten Lombok Timur.

Referensi

[1] Ciolac, R., Adamov, T., Popescu, G., Marin, D., & Bodnár, K. (2022). Agritourism capitalization possibility of rural community resources. Acta Carolus Robertus, 12(Különszám), 3-11. https://doi.org/10.33032/acr.3404

[2] Dasipah, E., Sondari, N., Suseno, G. P., Gantini, T., & Tifani, A. A. (2023). Kawitwangi Agrotourism Development Strategy and Road Map as a Local Economic Development Effort. Randwick International of Social Science Journal, 4(2), 418– 427. https://doi.org/10.47175/rissj.v4i2.660

[3] Togaymurodov, E., Roman, M., & Prus, P. (2023). Opportunities and Directions of Development of Agritourism: Evidence from Samarkand Region. Sustainability, 15(2), 981. https://doi.org/10.3390/su15020981

[4] Yudy Wijaya, P., Endra Kartika Yudha, I. M., & Reni Suasih, N. N. (2022). Prospective Analysis of The Coffee Agrotourism Business. SOCA: Jurnal Sosial, Ekonomi Pertanian, 16(2), 213 https://doi.org/10.24843/SOCA.2022.v16.i02.p08

[5] Miles, M. B. (1959). The analysis of qualitative data. Nuclear Physics, 13, 104–116.

[6] Haryati, U., Abdurachman, A., & Subagyono, K. 2011. Efisiensi Penggunaan Air Berbagai Teknik Irigasi untuk Pertanaman Cabai di Lahan Kering pada Typic Kanhapludult Lampung. Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November-1 Desember 2010. Buku III. Pengelolaan Air, Iklim dan Rawa. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Kementrian Pertanian. 23 – 46

[7] Simangunsong, F. T., Sumono, Rohanah, A. & Susanto, E. (2013). Analisis Efisiensi Irigasi Tetes dan Kebutuhan Air Tanaman Sawi (Brassica juncea) pada Tanah Inceptisol. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian.

[8] Ismail, R. (2021). Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Di Desa Bontotangnga Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. IPDN Jatinangor, 1–11.

[9] Gossling. (2021). Paper Title : Women Empowerment , Definition , theory , process , practice and importance- An analysis Course Director Department of Political Science University

Diterbitkan

31-10-2025

Cara Mengutip

[1]
M. Murianto, “Penerapan Tehnologi Tepat Guna pada Agrowisata Sangkareang di Desa Tetebatu Selatan, Lombok Timur”, J. Pengabdian Pemberdayaan Banyuwangi, vol. 3, no. 1, hlm. 46–54, Okt 2025, doi: 10.57203/abdiwangi.v3i1.2025.46-54.