Pendampingan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.57203/abdiwangi.v4i1.2026.%25p

Kata Kunci:

Guru PAI, Pembelajaran Berbasis Proyek, Perangkat Pembelajaran, Pendampingan

Abstrak

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMA membutuhkan perangkat pembelajaran yang tidak hanya memenuhi tuntutan administratif, tetapi juga mampu mengarahkan peserta didik pada pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, reflektif, dan bermakna. Permasalahan mitra dalam kegiatan pengabdian ini berkaitan dengan keterbatasan guru dalam merancang pembelajaran berbasis proyek, kecenderungan perangkat ajar yang bersifat administratif, serta belum optimalnya fungsi MGMP sebagai komunitas praktik. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran PAI berbasis proyek dan memperkuat MGMP sebagai ruang kolaborasi profesional. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dan kolaboratif melalui sosialisasi, identifikasi masalah, pelatihan Project-Based Learning (PjBL), penerapan teknologi pembelajaran, pendampingan penyusunan perangkat, simulasi, refleksi, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Kegiatan diikuti oleh 63 guru PAI SMA dari kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test serta penilaian terhadap produk perangkat pembelajaran. Rata-rata skor meningkat dari 60 menjadi 82 atau sebesar 22 poin. Peningkatan terjadi pada pemahaman konsep PjBL sebesar 20 poin, kemampuan menyusun perangkat sebesar 22 poin, dan integrasi nilai keislaman dalam proyek sebesar 23 poin. Peserta juga menghasilkan draf modul ajar, RPP/modul ajar, dan LKPD berbasis proyek. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendampingan berbasis praktik dapat memperkuat kapasitas guru sekaligus menghasilkan produk pembelajaran yang lebih aplikatif. Keberlanjutan melalui MGMP diperlukan agar perubahan praktik pembelajaran tidak berhenti pada kegiatan workshop.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

[1] Miftahuddin, Aman, and R. D. A. Yuliantri, “Islamic character education model: An in-depth analysis for Islamic boarding school,” Cakrawala Pendidikan, vol. 43, no. 2, pp. 370–380, Jun. 2024, doi: 10.21831/cp.v43i2.66516.

[2] H. Bustomi, A. Yusuf, and D. Trisnawati, “Implementation of the Project-Based Learning Model (PJBL) in Islamic Religious Education Subjects Based on Merdeka Curriculum at SMKN 1 Purwosari Pasuruan,” Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman, vol. 9, no. 2, pp. 329–357, Sep. 2023, doi: 10.35309/ALINSYIROH.V9I2.6861.

[3] M. Kurjum, M. Muhammad, and A. H. Siswanto, “Pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning terhadap sasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti,” Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, vol. 4, no. 1, 2023, [Online]. Available: https://ejournal.iai-tribakti.ac.id/index.php/IJHSS

[4] S. N. Kamilah, F. Ulia, A. Fandry, R. Kumara, M. Pahriadi, and A. Mulyana, “Efektivitas Project Based Learning terhadap hasil belajar PAI sebagai implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 35 Jakarta,” Islamic Learning Horizons: Journal of Islamic Education, vol. 1, no. 1, pp. 9–16, Mar. 2024, doi: 10.67112/ILHJIE.V1I1.2.

[5] S. Andini and R. Rusmini, “Project-based learning model to promote students critical and creative thinking skills,” Jurnal Pijar MIPA, vol. 17, no. 4, pp. 525–532, Jul. 2022, doi: 10.29303/JPM.V17I4.3717.

[6] A. Umam, Z. N. Fauziah, M. R. Rahmawati, and A. Jaelani, “Promoting students’ critical thinking skills through project-based learning in Indonesian higher education,” JEES (Journal of English Educators Society), vol. 7, no. 1, pp. 110–117, Apr. 2022, doi: 10.21070/JEES.V7I1.1531.

[7] T. G. K. Bryce and E. J. Blown, “Ausubel’s meaningful learning re-visited,” Current Psychology 2023 43:5, vol. 43, no. 5, pp. 4579–4598, Apr. 2023, doi: 10.1007/S12144-023-04440-4.

[8] M. G. Aditama, M. H. Shofyana, R. I. Muslim, I. Pamungkas, and Susiati, “Peningkatan kompetensi guru dalam Project Based Learning melalui temu pendidik daerah,” Buletin KKN Pendidikan, vol. 4, no. 1, pp. 90–98, Jun. 2022, doi: 10.23917/BULETINKKNDIK.V4I1.11905.

[9] O. : Mustaji, U. Dewi, F. Arianto, S. Wahyuda, M. Diningrat, and A. Firmannandya, “Pelatihan pengembangan lembar kerja peserta didik model Project Based Learning bagi guru SMK di Surakarta,” Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 9, no. 2, pp. 146–154, Jan. 2024, doi: 10.26740/ABDI.V9I2.28163.

[10] E. Soraya and S. Supadi, “The practice of learning community on teachers’ development: A case of Indonesia,” Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, vol. 14, no. 4, pp. 6965–6972, Nov. 2022, doi: 10.35445/ALISHLAH.V14I4.2292.

[11] P. K. Mulyani and T. Trimurtini, “Pengembangan PBL dan PJBL terintegrasi PSE mindfulness: Peningkatan kompetensi guru SD Gugus Imam Bonjol dalam implementasi Kurikulum Merdeka,” PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 9, no. 11, pp. 2051–2058, Nov. 2024, doi: 10.33084/PENGABDIANMU.V9I11.7840.

[12] H. Fang, L. Wang, and Q. Zhou, “Can online professional development increase teachers’ success in implementing project-based learning in south China?,” Journal of Research in Innovative Teaching and Learning, vol. 16, no. 1, pp. 100–114, Mar. 2023, doi: 10.1108/JRIT-05-2022-0024.

[13] S. S. Kavanagh, E. S. Gotwalt, and J. M. Farrow, “Practice-based coaching for project-based teaching: Understanding relationships between coaching practice and teaching practice,” Teach. Teach. Educ., vol. 132, p. 104255, Oct. 2023, doi: 10.1016/J.TATE.2023.104255.

[14] A. M. Anam, D. A. Agustinova, H. N. Rokhim, and H. N. S. Dhewantoro, “Penguatan Literasi Digital sebagai Upaya Mengurangi Risiko Kejahatan Siber di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul,” Jurnal Abdiwangi, vol. 2, no. 2, pp. 90–100, Apr. 2025, doi: 10.57203/abdiwangi.v2i2.2025.90-100.

[15] L. Zhao, B. Zhao, and C. Li, “Alignment analysis of teaching–learning-assessment within the classroom: how teachers implement project-based learning under the curriculum standards,” Disciplinary and Interdisciplinary Science Education Research 2023 5:1, vol. 5, no. 1, pp. 13-, Sep. 2023, doi: 10.1186/S43031-023-00078-1.

[16] L. Hao, K. Tian, U. K. M. Salleh, C. H. Leng, S. Ge, and X. Cheng, “The effect of project-based learning and project-based flipped classroom on critical thinking and creativity in the business English course at higher vocational colleges,” Malaysian Journal of Learning and Instruction, vol. 21, no. 1, pp. 159–190, Jan. 2024, doi: 10.32890/MJLI2024.21.1.6.

[17] E. Dias-Oliveira, R. Pasion, R. Vieira da Cunha, and S. Lima Coelho, “The development of critical thinking, team working, and communication skills in a business school–A project-based learning approach,” Think. Skills Creat., vol. 54, p. 101680, Dec. 2024, doi: 10.1016/J.TSC.2024.101680.

[18] M. M. H. G. Hendrickx et al., “Teachers’ collaborative knowledge building in professional learning communities: connecting interaction patterns to learning gains,” European Journal of Psychology of Education 2025 40:1, vol. 40, no. 1, pp. 39-, Jan. 2025, doi: 10.1007/S10212-024-00938-Y.

[19] R. Prenger, C. L. Poortman, and A. Handelzalts, “The effects of networked professional learning communities,” J. Teach. Educ., vol. 70, no. 5, pp. 441–452, Nov. 2019, doi: 10.1177/0022487117753574.

Diterbitkan

26-10-2026

Cara Mengutip

[1]
Ahmad Muzakkil Anam, Hamdhan Djainudin, M. I. F. MR, Sulthon Abdul Aziz, Ahmad Syarif Hidayatulloh, dan Ananda Rifky Syah Anugrah, “Pendampingan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Berbasis Proyek”, J. Pengabdian Pemberdayaan Banyuwangi, vol. 4, no. 1, hlm. 23–34, Okt 2026, doi: 10.57203/abdiwangi.v4i1.2026.%p.